Roleplay Battle

(by : Kudosachi & Debian Debi)
( dengan sedikit perubahan pada kata-kata )
Ah daripada bengong dan ngepost rp di kacangin terus mending baca ini sebentar...Sebenarnya ane juga males ngeshare ini kalau memang yang di kasih tau ngeyel...Tapi apa salahnya saling mengingatkan ?Ok langsung simak aja..
RP BATTLE atau bisa di bilang roleplay yang mengambil alur battle atau bertarung dengar character lain..Ane gak tau secara spesifik aturan rp battle karena ini bukan lagi jaman nya madara ngaktifin mugen tsukuyomi atau dunia kreasi yang tenar tahun 2010 an karena ini rp..
Maka tujuan nya adalah agar rp kalian membentuk alur atau story..
Kekurangan dari roleplay battle sendiri yang paling vital yaitu : RIBET
Disamping kita harus memikirkan alur battle nya juga kita harus menggambarkan alur battle tersebut agar lawan battle kita ada gambaran tentang pergerakan kita..
Jadi lawan bisa membalas nya dengan mudah alias gak gaje oke saran aku atau tips aku biar roleplay battle kalian lancar tanpa teguran dari beberapa pihak
1.Starter
haha ,ada asap ada api,tentu saja jika kalian akan melakukan rp battle pasti ada sebabnya mengapa kalian bisa battle…
Contoh aja misal ada 2 char yang berseteru dan memutuskan bertarung karena berusaha merebut sebuah tahta dari satu keluarga kaya, yang mengharuskan untuk membunuh satu pesaing agar bisa terpilih menjadi pewaris tahta-nya keluarga tersebut…
lupakan contohnya yang terpenting ada alur yang jelas dan sebab kalian battle agar rp nya jadi seru.. Dan jangan tiba tiba tanpa sebab langsung battle aja…
2. Pergerakan
Aku sih gak terlalu menekankan yang ini..
Karena setiap orang punya pergerakan character nya sendiri sendiri saat battle..
Tapi yang jelas pergerakan jelas sehingga tak membuat musuh bingung..
Gak perlu panjang panjang cukup singkat tapi jelas
3. DONT BE INVICIBLE (Jangan Over Power)
GOD WITHIN... Hei ini bukan game yang bisa di cheat stat bisa jadi 9999999 ini roleplay..
(A : Tapi kan char aku dewa?)
seperti kata itachi
"di dunia ini tak ada yang tidak mempunyai kelemahan.. Tapi hanya saja tersembunyi..."
tentang point yang ini imbas nya ama lawan battle mu.. Bakal kena PEA nut atau teguran dari yang beberapa pihak plus di bully warga di grup tersebut bias didalam maupun diluar
4. Mengatur Pergerakan
ini dia...Pusing di atur terus ?Masalah gak terselesaikan ?Alur jadi gak nyambung ?
sekali sekali mengatur pergerakan lawan misal :
si A Mempunyai 100 pasukan untuk melawan si B
dalam sekali tebas si B langsung mbunuh 100 pasukan nya si A
kan kamvret biarkanlah lawan mu mengatur berapa banyak pasukanya yang mati..
Agar alur nya tak rusak jika si A mengatur pergerakan nya terlalu dewa kembali ke point 3..
5. Mengalah
tak selamanya dalam battle itu harus menang melulu ? Takut apa sih kalo char nya kalah ? Reputasi turun ?Ini soal rp.. Bukan saling mengadu ke egoisan..Mengalah juga membuat lawan battle mu jadi tertarik dan ingin sekali lagi bertarung dengan mu..
Dan alur pun bisa tercipta dari proses mengalah ini..
Dah cukup aku cape ngetik nya
sekian dan peduli kasih

Teknologi, Roleplayer dan Dampaknya Bagi Kehidupan dan Psikis Remaja




(( By : Gio Temyanno ))





Role Playing pertama kali muncul dilakukan oleh orang-orang (terutama remaja) di media sosial terutama Twitter. Twitter adalah layanan jejaring sosial  yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter, yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet). Dan kota dengan pengguna Twitter terbanyak adalah Jakarta, Indonesia. Role Playing yang ditiru banyak remaja Indonesia adalah penggemar tokoh Anime, Kpop dan artis barat. Penjelasan sederhananya adalah para penggemar tokoh tersebut membuat sebuah akun di Twitter dan memposting status di Timeline-nya seakan-akan kita adalah suatu karakter atau tokoh yang kita perankan. Jika akun roleplayer yang kita perankan sesuai dengan sifat tokoh yang diperankan pemilik akun disebut IC (In Character). Sedangkan OOC adalah akun roleplayer yang sepenuhnya menyimpang dari karakter tokoh yang dimainkan. Artinya para RolePlayer bertindak tidak sesuai dengan karakter yang dia RP-kan. Tapi bisa fatal bagi orang awam yang mengikuti kita (re: Followers) jika melihat ke-OOC-an yang dilakukan, dan bisa-bisa orang mengartikan jika memang itulah sifat dan perilaku dari karakter yang dimainkan tersebut. 

Akun Roleplayer sekarang ini digunakan sebagai sarana mencari jodoh dan memuaskan hawa nafsu user (pengguna). Banyak orang yang memutuskan untuk menjadi RolePlayer karena melihat beberapa dari teman-teman mereka yang juga seorang RolePlayer mendapatkan pasangan dari akun RolePlayer mereka. Disusul dengan fenomena adegan-adegan HOT, NC-17, Rated-M atau sering disebut juga adegan 18 tahun keatas (porno) yang dilakukan para RolePlayer. Kenyataan sekarang para PolePlayer yang ternyata masih duduk di bangku SD/SMP/SMA dan sudah melakukan adegan dewasa secara non verbal di media sosial. Kebanyakan mereka untuk mendapatkan follower/pacar/kepuasan seksual di media sosial. Namun, sebagai konsekuensinya para pengguna akun RolePlayer ini di anggap freak, cupu, dan introvert oleh lingkungan sekitar termasuk kawan-kawannya. Di dalam tulisan ini juga menyinggung kegiatan Cybersex adalah virtual sex dimana pertemuan dua orang atau lebih terhubung dari jarang jauh melalui jaringan komputer dan internet dengan saling mengirimkan hasrat seksual secara eksplisit baik melalui pesan teks, audio, dan video melalui aplikasi Twitter. Komunikasi terus memberikan kemajuan pada kehidupan manusia seperti pada yang terlihat sekarang ini. 

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. 

Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein, mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran “user-generated content”. Situs jejaring sosial merupakan situs yang dapat membantu seseorang untuk membuat sebuah profil dan kemudian dapat menghubungkan dengan pengguna lainnya. Situs jejaring sosial adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk terhubung menggunakan profil pribadi atau akun pribadinya. jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi.  Pemanfaatan situs jejaring sosial atau social networking telah menjadi trend atau gaya hidup bagi sebagian besar remaja di masa kini. Sebagai salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan inspirasi, tapi juga ekspresi diri (self expression), "pencitraan diri" (personal branding), dan ajang "curhat" bahkan keluh-kesah remaja dari seluruh aktivitasnya di lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulannya. 

Usia 12 sampai usia 21 tahun dapat dikategorikan ke dalam usia remaja. Pada usia remaja, rasa ingin tahu yang tinggi terhadap seks membuat mereka selalu berusaha mencari lebih banyak informasi tentang seks (Purwaningsih, 2008). Hurlock (1994) menyebutkan bahwa remaja lebih tertarik kepada materi seks yang berbau porno dibandingkan dengan materi seks yang dikemas dalam pendidikan. 

Terlalu ketatnya penerimaan kejadian dan informasi di lingkungan sekitar remaja berdampak dengan keinginannya yang semakin menjadi dan mencoba hal-hal baru di dunia maya yang belum pernah di coba di lingkungannya. Praktek atau pengetahuan yang remaja dapatkan di sekolah khususnya mengenai Teknologi Internet sekaran ini berdampak pada keingintahuan atau skeptisme remaja mengenai apa saja yang bisa dia lakukan di media sosial. Dan ternyata tidak hanya sekedar membuat status namun remaja kini mengetahui bahwasanya media sosial dapat digunakan sebagai ajang mencari jodoh dan pelampiasan hasrat seksual. Dan kebiasaannya itu akan berantai entah diwariskan ke teman atau saudara. 

Akun Roleplayer di Indonesia sendiri khususnya sekarang ini digunakan sebagai sarana mencari jodoh dan memuaskan hawa nafsu, itulah kenyataan yang ada. Banyak orang yang bahkan sama sekali tidak mencintai karakter atau chara yang mereka perankan, namun memutuskan untuk masuk ke dalam dunia RolePlayer karena melihat beberapa dari teman mereka yang RolePlayer mendapatkan pasangan dari akun RolePlayer mereka. Bahkan banyak diantaranya para pemilik akun RolePlayer masih duduk dibangku sekolah. 

Pemilik akun IC (In Character) atau bisa disebut Parody biasanya sangat mencintai atau mengidolakan karakter yang mereka perankan, mereka pasti menginginkan karakter tersebut sempurna, terlihat seperti mirip dengan akun selebritis/idola aslinya. Paling tidak mereka akan berusaha keras untuk membuat karakter tersebut semirip dengan karakter aslinya. Dengan begitu mereka akan menghindari tindakan atau ucapan yang bisa membuat karakter tersebut Out Of Character.  Kecintaan pemilik akun IC ini kepada karakter yang mereka perankan jauh lebih penting dan kalah dengan nafsu mereka untuk mendapatkan followers/pasangan maupun kepuasan seksual di Twitter. Akun RolePlayer IC ini lebih sering berkicau dengan bahasa Inggris (jika artis yang di perankan dari Hollywood atau British sebagian K-POP) atau memakai bahasa Korea atau Jepang (jika artis yang diperankan adalah idol K-POP atau J-POP yang tidak bisa berbahasa Inggris). Contoh akun: @iRealMacklemore, @AhSoojung. 

Sedangkan akun yang di sebut OOC (Out Of Character) misalnya kita berbicara di luar realita kehidupan artis maupun tokoh yang di perankan atau kita mengumbar realitas kehidupan pribadi kita secara gamblang di timeline bukan secara private di (DM) Direct Message. Akun RolePlayer OOC lebih frontal dalam penyampaian status atau keinginannya di akunnya. Misalnya dengan memakai bahasa daerah bisa bahasa sunda atau jawa maupun kalimantan. Juga gaya bahasanya yang cenderung kasar “gue-elo”, “pengen main”, “butuh cewek buat kencan semalem kalo minat DM” dll. Sebenarnya tidak semua RolePlayer OOC itu adalah RolePlayer Yadong (yadong; sebutan porno dalam bahasa Korea) yang saya amati, banyak juga RolePlayer OOC yang menentang adegan HOT, NC-17, Rated-M yang mencemarkan nama baik artis atau idola mereka. Contoh akun OOC : @VisualYoonaGG_ , @Bebeekhyun . Contoh akun Yadong : @Minah_GDFck, @86HyukSJ, @pminha690. 

Di dalam RolePlayer pemegang akun atau yang di sebut dengan admin akun ini bisa saling bertukar informasi mengenai apa yang mereka dapatkan dari aktivitas seks masing-masing. Bahkan, jika mungkin akan menyebar luaskan tentang kepuasan seks dari petualangan cybersex mereka di media sosial lain. Dan mengeksploitasi sasaran mereka secara lebih dalam. Efek yang ditimbulkan dari cybersex di RolePlayer ini bisa sangat serius. Mereka para remaja yang menjadi admin dari akun-akun RolePlayer tersebut bisa menjadi sosok yang penyendiri, kecanduan seks atau bahkan bisa menggunakan narkoba, alkohol dan sejenisnya. 

Karena saya terjun langsung untuk meneliti RolePlayer itu sendiri dengan membuat akun dan mengamati tingkah laku Roleplayer sejak tahun 2012 hingga sekarang maka bisa saya simpulkan bahwa remaja <16 tahun sangat riskan untuk tidak memenuhi keingintahuan dan mencoba hasrat seksualnya di dunia cyber. Karena ruang lingkupnya pun jauh dari pengawasan orang terdekat seperti teman maupun keluarga. 

Pengetahuan dan pemahaman tentang seks para remaja yang minim membuat remaja mencari-cari tahu kesenangan cybersex di media sosial. Pengetahuan dan pemahaman tentang seks  juga harus di ajarkan sejak dini bagi orangtua, komitmen/ tanggung jawab terhadap fasilitas teknologi informasi, seperti handphone, komputer, dll. Orang tua maupun saudara juga harus sering-sering melihat dan memantau situs-situs apa yang dibuka oleh anaknya/kakak/adiknya yang sedang memasuki masa remaja. Perbanyak buku yang bersifat edukatif di rumah. Tidak sepenuhnya RolePlayer itu membawa dampak hal yang buruk bagi remaja, tergantung kebutuhan dari admin akun-akun tersebut.

Sumber : http://www.kompasiana.com/giotemyanno/teknologi-roleplayer-dan-dampaknya-bagi-kehidupan-dan-psikis-remaja_54f91614a33311a8048b45ea

Roleplay, Aturan dasar dan beberapa jenis aliran Roleplay, Dll




ROLEPLAY IN A NUTSHELLS


Sebuah Panduan Roleplay dari Roleplayer untuk Roleplayer
(by R’llhor)

1.   Apa sih Roleplay itu?

Secara harafiah, Roleplay berarti ‘bermain peran’ jadi jika kita memainkan sebuah karakter, baik itu karakter yang telah ada maupun karakter ciptaan kita sendiri, berarti kita sedang melakukan Roleplay. Secara luas Roleplay bisa diterapkan dalam beberapa bidang termasuk pendidikan, karena terkadang seorang pengajar bisa mencoba memerankan salah satu tokoh sejarah dalam persentasinya di kelas, maupun penutur cerita yang tengah memerankan salah satu tokoh dalam bacaannya pada pendengar.

Yang kita bahas disini adalah Roleplay  dalam artian khusus, yaitu bermain peran yang menggunakan karakter baik yang telah ada maupun rekaan kita sendiri (OC) yang dilakukan dengan cara berinteraksi dengan karakter yang diperankan oleh orang lain, dalam sebuah forum atau social media.

Pemain Roleplay atau yang menggerakan karakter disebut Roleplayer, atau bisa juga disebut Au (Author) karena mereka adalah ‘pengendali’ boneka bernama OC / Char tersebut.

2.    Bagaimana cara ber-roleplay?

Roleplay dapat dilakukan saat karakter yang kita perankan tengah melakukan interaksi dengan karakter lain, namun juga ada batasan dan aturan dasar yang tak boleh dilanggar demi menjaga kelancaran Roleplay dan menghindari “drama” berlebih, atau terjerumus dalam lembah ‘Bad-Roleplayer’.

3.    Aturan dasar dan batasan dalam Roleplay

Hal-hal dasar  akan di bahas dalam bagian ini beserta aturan aturan dasar dalam ber-roleplay yang baik. Karena roleplay bukan hanya sekedar kita asal bermain peran dan membuat karakter kita melenceng jauh. Hal-hal dasar dan batasan dalam Roleplay antara lain dibawah ini:   
1. Headcanon
Headcanon disini berarti garis besar karakter yang akan kita perankan.

Pada karakter canon (karakter yang sudah ada dari sebuah fandom, misal Eren dari SNK, Jotaro Kujo dari JJBA) Headcanon merupakan pendeskripsian ulang dari karakter tersebut, dan diusahakan harus sedekat mungkin dengan cerita aslinya. Karena secara pribadi, saya juga sedikit tidak suka dengan karakter canon yang terlalu melenceng jauh dari cerita aslinya.

Pada karakter rekaan kita sendiri (OC) usahakan kita memberi detail yang pas untuk OC tersebut, mendeskripsikan masa kecil secara singkat, saat tumbuh dan konfliknya, hingga ia menjadi karakter yang saat ini kita mainkan.
Contoh Headcanon

 (Saya ambil dari salah satu OC saya sendiri )

Name: Nikolas Erminhild Drakeclaws (Nikolae)
Age: 33
Side: Silver Rosary.
Status: Deceased.
Additional Info:
Wife : Illeana Constantinescu (Deceased).
Son: Adrian Constantinescu Drackeclaws (Alive).

Merupakan putra pertama dari Johann Alastair von Drakeclaws, sang ilmuan eksentrik Silver Rosary dengan Bridget Erminhild, putri pertama keluarga pemburu penyihir kawakan di Saxony. Nikki kecil, tumbuh dalam lingkungan pemburu vampire dan mahluk kegelapan lain, dilatih untuk memiliki kebanggaan pada siapa dirinya, beserta tugas mulia yang mereka lakukan, melindungi manusia dari kaum bayangan. Ia mendapat pengetahuan lebih tentang persenjataan, bahasa kaum darah murni vampire, serta bagaimana cara melacak para lord yang menyembunyikan kastil mereka dalam kabut, dari sang Ayah. Di lain pihak, sang ibu membekalinya dengan ilmu beladiri, terutama tombak, karena sang anak akan mewarisi senjata suci turun temurun keluarga Drakeclaws cepat atau lambat, menggantikan sang ayah yang lebih senang berdiam diri dalam perpustakaan dibanding turun ke lapangan membasmi vampire.

Ketika ia menginjak usia remaja, Nikolas memilih mengembara dari satu desa ke desa lain, melacak hunting ground dari para vampire seorang diri, karena membawa banyak anggota silver rosary, menurutnya hanya akan memperlambat gerak. Terlebih kostum konyol silver rosary membuat mereka terlihat seperti merak jantan yang memberi tahu tiap mata yang melihat, bahwa mereka ‘pemburu’. Ia lebih memilih mengenakan baju lusuh, topi usang, boots kulit keruh, sebuah tin whistle, dan tombak yang dibalut kain usang bercampur alas tidurnya. Menggunakan nama Nikolae, ia sering terlihat bersama rombongan gipsi maupun kaum gitana yang mengembara sembari memainkan musik, menceritakan kisah-kisah kuno dalam sajak.

Nikolae, menetap di salah satu desa yang terletak diantara bukit Carpathia, saat mendengar kabar burung salah satu kandidat vampire lord berada tak jauh dari sana, menyembunyikan kastil megah mereka diantara pepohonan dan kabut dengan sihir, dan mengambil anak-anak perempuan penduduk, sebagai santapan sehari-hari. Nikolae memberi tahu siapa sebenarnya dirinya pada kepala desa, namun permintaan Nikolae untuk membawa beberapa orang silver rosary ditolak, karena sang kepala desa tak memiliki koneksi dengan Vatikan yang melindungi Silver Rosary. Berada di lingkungan Orthodox, serta bukti-bukti yang semakin kuat menunjukkan vampire yang berkuasa di Carpathia Nikolae terpaksa menghadapi sang vampire lord seorang diri. Ia meninggalkan surat untuk istrinya, yang tengah mengandung anak pertama mereka, untuk meminta perlindungan gereja jikalau kemungkinan terburuk ia tak kembali terjadi, dan meminta ia menyimpan ‘buntalan usang alas tidurnya’ di bawah tempat tidur, sebagai hadiah untuk anak yang akan lahir nanti.

Nikolae tak pernah kembali sejak memasuki hutan milik salah satu kandidat vampire lord, dan dinyatakan meninggal terhormat sebagai seorang ksatria silver rosary.  Illeana dan putra mereka hidup dalam lindungan kepala desa dan gereja setempat karena keluarga Nikolae menolak fakta putra mereka menikahi seorang gipsi yang bahkan lebih condong ke arah penyihir, dan menganggap anak Illeana bukanlah Drakeclaws murni.

Illeana meninggal saat putra mereka Adrian berusia 10 tahun, akibat serangan dari vampire lord sama yang membunuh ayahnya. Semenjak saat itu, Adrian bersumpah akan membalas kematian keduanya, sekaligus memenuhi panggilan darahnya sebagai Drakeclaws terakhir, satu-satunya pelindung manusia dengan kaum kegelapan.

2. Jenis-Jenis roleplay: One Liner, Literate, Open and Closed RP
Secara umum roleplay terbagi menjadi one liner dan literate, serta post roleplay tersebut terbuka untuk semua orang (Open RP) atau tertutup hanya untuk orang orang tertentu (Closed RP).

Dalam forum RP di luar social media (Facebook, Tumblr, Twitter) Roleplay yang kebanyakan dipakai adalah literate, atau yang menggunakan paragraf dengan jumlah bervariasi, dibandingkan one liner atau yang disebut sebut, membalas hanya dengan kata-kata singkat.

Kubu one liner dan literate sudah terlalu sering berselisih menegai mana yang lebih bagus dalam ber-RP, karena kubu one liner kadang dianggap merusak citra RP dengan balasan asal-asalan mereka, sementara kubu literate kadang dituduh sebagai sumber grammar nazi atau menggunakan kata secara berlebih. Secara pribadi saya menyukai gaya RP manapun, baik one liner atau literate, walau untuk Roleplay serius saya lebih menyukai penulisan dengan paragraf karena tertantang untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dalam memerankan karakter dan itu saya peroleh lebih baik dengan literate atau paragraf RP.

Baik One liner dan Literate juga memiliki aturan yang sama dalam ber-RP, karena jujur saja kalau kita mengetik dengan penjiwaan, dan dibalas hanya kata “Ok.” Atau “Hihihi.” Begitu saja tanpa ada penjelasan tentu saja kita ingin membanting monitor atau melempar seseorang dalam sumur kan?

Dalam sebuah RP yang baik, pahami partner kita dan saling melengkapi, misalnya jika ia seorang one liner, usahakan kita tidak memaksa dengan membalas paragraf begitu detail dan panjang lebar hingga partner kita ‘takut’ untuk memberikan balasan karena ia tak terbiasa menggunakan paragraf panjang atau memiliki keterbatasan kosakata. Jadilah Roleplayer yang baik dalam bermain dengan artian tak memaksakan harus beberapa paragraf atau harus cepat membalas post hingga hanya memikirkan satu dua patah kata.

Jika kalian memiliki partner yang terbiasa roleplay secara one liner dan kalian adalah paragraf /literate Roleplayer, jalan tengah yang bisa dipakai adalah menggunakan sedikitnya dua-tiga baris kalimat, baru bertahap jika partner sudah bisa mengikuti pace kita.




  •  One Liner
Merupakan RP post yang hanya satu baris, bisa terdiri dari satu atau lebih kata, maupun kalimat. RP ini biasa digunakan pemula atau yang ingin pace /(gerak) roleplay secara cepat dan dinamis, misalnya untuk RP ringan atau RP dengan banyak karakter sekaligus. Banyak yang menganggap RP jenis ini sedikit buruk atau masuk golongan peasants dalam dunia RP, dikarenakan banyak Roleplayer yang malah merusak ‘RP’ dengan post tidak niat dan terkesan ‘asal post’ yang penting have fun tanpa memikirkan apakah karakter yang dimainkannya OOC atau tidak. Sebenarnya one liner termasuk RP yang enak digunakan untuk cerita spontan dan ringan tergantung bagaimana kita mampu membawa karakter kita, jadi bukan asal satu kalimat.
Contoh One Liner yang baik:

Adrian: “Aku adalah Drakeclaws terakhir, ini sudah takdirku, takdir pendahulu-pendahuluku, untuk mencegah kegelapan menelan cahaya, jika ayahku tak mampu melakukannya, maka beban itu terwariskan dipundakku.”

Vlad: “Kau bukan ayah atau kakek buyutmu, Adrian hentikan kebodohan ini. Menghancurkan grail itu hanya akan membuatmu mengeluarkan dominus secara sempurna dan merusak tubuhmu sendiri...ini bukan perangmu, ini antara aku dan Arcana, aku yang akan menyelesaikan panggung yang ia buat tujuh ratus tahun lalu.”

 Contoh one liner yang kurang baik:

Adrian: *lempar tombak*

Vlad: *menghindar*

 Adrian: *hancurinmelon* aq kan kmbli bsk. #terbangmenghilang

 Vlad: *diem* jgn kmbli setan silver rsry.

 Adrian : -tak lama kemudian-

 Adrian: - batuk-

 Adrian: -pingsan-

 Adrian: -tak sadarkan diri-

Tentu saja kita akan sakit hati kalau post serius kita dibalas asal-asalan dan dengan kalimat sms kan? Karena kita sudah berusaha menjiwai, jadi usahakan menghindari contoh one liner yang buruk diatas, karena roleplay justru mengasikkan karena kita totalitas dalam memainkan karakter kita kan.

  •  Literate Roleplay
Seperti namanya, Literate roleplay menggunakan rangkaian kalimat dalam sebuah paragraf atau lebih untuk membalas satu post. Roleplay jenis ini banyak digunakan di forum-forum RP luar negeri, dan juga di kalangan roleplayer yang telah lama berkecimpung di dunia RP yang ingin memberikan lebih dari sekedar percakapan antar karakter. Dalam literate RP kita ditantang untuk mendeskripsikan latar tempat RP, suasana, maupun ekspresi dari karakter kita saat berinteraksi, jadi bukan sekedar asal banyak kalimat banyak diksi banyak majas metafora melainkan lebih dari bagaimana kita menghidupkan OC maupun karakter lain yang kita mainkan hanya bersenjata barisan kata.
Contoh Literate yang kurang baik:

 Ps: saya ambil dari RP post dengan seseorang yang ajaib di Castlevania RP, saat ia berinteraksi dengan Leon Belmont yang saya mainkan:

Miyu Hiroshima: “ Well, this is my place called ’ Aura Villages ’ and a peoples and monsters are not here ” Miyu answered to her place in the aura villages. A monsters and vampires will be cursed a spell book in the castle into the aurora/aura forest. she blinked to a peoples was nothing here in the aura villages. the new house, blue and red roses and trees to her home in the mansion house but she was quietly and silence. A monsters and vampires was not allowed in this place and she was safe/protected to him. He was talking about to her strange

Miyu didn’t being an ordinary woman/girl but she was being a vampire hunter in the castle corridor and she protected the powerful and strength in her two ancestors ’ Charlotte Aulin - a spell book from the Belnades clan ‘ and ’ Soma Cruz - a sword and blade from the soul body ‘. she noticed the vampire hunter and the sword blade master ( Her being a samurai and ex-knight in the castle, I guess. Her blue eyes and brown hair in her landed. If I started to more information/missions to Aeris’ Quest in the castle corridor ) and she asked to his knight belmont or the belmont’s clan

 “ Yes, I am a vampire hunter with my allies in the castle corridor. I do fighting a vampire lady and a great Dracula in the castle. You should finding a place and land in Rome. So tell me yourself … Are you a Belmont’s clan or a vampire hunter? ”

Leon Belmont (saya): " Yes, I am a Belmont…., but I haven’t pass down my name to anyone…yet, " Leon keep his calm as he realize how bad the situation he driven into.

He come from the past, and ended lost in future. Someone must be casting a powerful spell to make time rift and throw him here, for what reason he still yet to understood.

The hunter however, focusing the matter on Miyu’s problem than his. Something darkness has come to the castle and she’s on a quest to defeat that power alone.

 "You said, you’re fighting a vampire too? Then we’re on the same boat miss miyu. Before I could figure how to escape this time where I didn’t belong too, I will do my best aid you."

 Cuman bisa menjawab sebatas ini karena jujur saya bingung dengan pembuangan kata-kata dan penjelasan yang tidak sinkron dari partner saya, dalam hal ini seolah ia meng-google-translete dari bahasa-nya ke inggris tanpa mengoreksi, dan membuang-buang kalimat yang harusnya bisa dijelaskan lebih mudah. Jika menggunakan Literate RP pastikan kalian juga memahami penggunaan kalimat yang baik dan menghindari contoh yang disebut diatas.

  •  Closed and Open RP
Closed RP adalah roleplay yang hanya diisi dua orang atau orang-orang tertentu tanpa boleh ada campur tangan orang lain. Biasanya digunakan untuk mencegah keluar dari plot yang diinginkan dari dua author pemilik karakter.

Open RP adalah roleplay yang diisi banyak orang, lebih dari tiga author dan memang bertujuan untuk berinteraksi dengan banyak karakter sekaligus. Namun Open RP bukan berarti kita bisa seenaknya ‘melompat’ masuk dalam post, tanpa paham apa yang sedang terjadi, jadi sebaiknya sebelum asuk dalam sebuah open RP kita membaca terlebih dahulu, sampai manakah RP sedang berlangsung.

Misalnya open RP terjadi di sebuah sungai, karakter A sedang bermain air ditepi sungai, dan berinteraksi dengan karakter B yang berada diseberang dan memancing.

Percakapan mereka sudah sampai pada tahap mereka membakar daging ikan dan ngobrol ringan bersama,

Karakter kita C, ingin masuk kedalam RP, kita tidak bisa tiba-tiba ‘muncul’ secara ajaib tanpa ada proses dari mana kita bisa berada di latar itu.

Sumber : 
http://frafiunisa.blogspot.co.id/

Oke kalian sudah mengerti kan?? Kalau begitu sebagai penutup kuharap postingan ini bisa bermanfaat bagi kalian dalam mengetahui apa itu Roleplay dan aturan-aturannya sekaligus dalam membedakan One Liner dan Literate, Sayonara...... :)